Klarifikasi Indra Bekti terhadap tudingan Kasus Pelecehan Seksual

Lagi-lagi, aktor Tanah Air terseret skandal. Entah ini sungguhan atau hanya sekedar sensasi. Dua kubu yang saling melapor dan sama-sama merasa jadi korban sibuk mondar-mandir ke kantor polisi demi minta perlindungan. Yah, kali ini presenter Indra Bekti di buat frustasi dengan kasus yang katanya pelecehan seksual terhadap Lalu Gigih Arsanofa.

Awal kasus ini tercuap karena pelaporan Gigih ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak susila. Gigih mengaku pernah mendapat tindakan tidak senonoh dari Indra Bekti. Hal ini juga di perkuat dengan bukti rekaman percakapan antara Gigih dan Indra Bekti.

Kuasa hukum Gigih, Gading Satria Nainggolan sudah membawa kasus ini ke pihak berwajib. Ia menjerat Bekti dengan pasal 27 ayat 1 UU ITE tentang pesan yang melanggar kesopanan. Pasalnya dalam pesan tersebut terdapat ajakan ML (Making Love) yang di lontarkan oleh bekti. Namun belum sempat menggugat Bekti polisi menolak laporan tersebut dan menyarankan pihak Gigih berkonsultasi ke ahli bahasa guna mencari tahu arti kesusilaan yang sebenarnya.

Belum selesai perkara dengan Gigih, Reza Pahlevi muncul tiba-tiba menambah daftar korban Bekti. Reza juga menerangkan bahwa ia pernah mendapat tindakan susila dari presenter ini. Pengacara Reza, Priyo Jatmiko bahkan membuka posko pengaduan “korban” karena meyakini jumlah pelapor akan bertambah.

Bekti tak mau kalah. Ia pun melaporkan kembali Gigih ke pihak berwajib atas pencemaran nama baik. Dalam konfrensi pers ia menerangkan bahwa tudingan tersebut tidak benar. Bahkan Bekti mengatakan ada pihak-pihak tertentu yang berusaha memanfaatkan nama besarnya demi sebuah popularitas.

Hak jawab sudah di lontarkan  melalui media televisi.  Indra Bekti dan istrinya menegaskan bahwa mereka menginginkan media dan orang-orang bersangkutan menyudahi berita miring ini. Sebab mereka mengatakan kasus ini tidak benar.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"JEMURAN"

Criteria handsome and dashing from various countries

Penggambaran Pelanggaran Etika Pers dalam Film “Mad City”